INDIGO GIRL
Tuesday, May 8th, 2007Sabtu 25 Maret 2007…Jadi bintang tamu di acara on air radionya Aa’ Gym…Siaran yang bertajuk Indigo Girl ini memang hasil kerja sama antara Bandung Rukyah Center dengan Radio MQFM. Gak Ngerti kenapa aku yang terpilih sebagai “contoh korban” (bukankah ada anak mesin yang dimasuki jin aljabar itu yang lebih keren kejadiannya…), tetapi yang jelas…dari acara itu…aku tau kalo INDIGO means…NILA (biru nila unggu…tetapi cenderung ke ungu). Ic…kalau soal aura yang berwarna ungu seperti kata Kang Badri (pimpinan BRC), aku memang sudah dua kali tahu kalau auraku unggu. Pertama dikasi tahu teman…kedua hasil tes sendiri dari buku berjudul AURA yang juga dikasih teman (Sudah dikembalikan kepada pemberinya).
Awal-awal dikasi tahu harus nongol di suatu acara apapun itu sungguh bikin keki…soalnya selama ini, style nya memang jadi orang dibelakang layar. Bukan orang garda depan. Tapi untung…Retna, sohib sekos dulu yang sempat menghilang muncul lagi dan nemenin di ruang siaran…sekaligus membawa ilmu pengetahuan tentang hal-hal begituan dan memberi kenang-kenangan buku saku al ma’surat yang amat kecil. Very usefull…Thx yo Na’!
Kembali ke indigo girl…seperti kata Kang Badri, berkaitan dengan warna aura unggu. Orang-orang indigo intuitif dan selalu dipercaya sebagai penyelamat alam semesta… hal seperti ini juga sudah aku dengar dari orang lain, Pak Karim, tetapi dengan istilah yang berbeda…yaitu bertugas menjaga keseimbangan alam semesta…
Pak Karim, temennya Mas Arif ini, juga mengatakan bahwa aku bersifat seperti surat-surat di Al Qur’an Jus 29 dan sampai kapanpun aku tetap akan sensitif sama gangguan mereka dan klimaks sakit fisik akan dialami pada umur 29 yaitu akan mati suri 4-5 hari… Dan sebagainya dan sebagainya, lupa apa aja ceramah beliau saat itu. Maklum sudah lama…Entahlah…masih nanti kok, hadapi yang sekarang saja…toh mempercayai ramalan adalah dosa besar…
Lagian…
“Aku sesuai dengan prasangka hambaku kepada ku”. (Hadist Qudsi) 6
Dan yang lebih penting dari itu semua…
“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai kematian menjemputmu”.
(Q.S. Al Hijr 15 : 99)6
Dahulu kala…sebelum kenal dengan BRC…aku memang super duper sensitif…misal…ada temen yg diledekin / dimarahin / sengsara…dia biasa saja…tapi aku yang merasa tidak biasa saja. Seolah-olah aku yang diledekin / dimarahin / sengsara…Kalau tidak, misal…ada temen berbuat tidak baik…dia asik-asik aja…tapi seolah-olah aku yang merasa berdosa sekali…pokoknya…harus menanggung dosa semua orang lah. Pokoknya semua orang boleh berbuat salah…bahkan menyakiti…tapi sebaliknya dengan aku…harus baik, memaafkan orang lain, tapi tidak memaafkan diri sendiri…bahkan pernah aku membalaskan dendam orang lain karena gak tega melihat teman begitu menderita, meskipun merugikan diriku sendiri, yah supaya setimpal…mungkin itu yang dimaksud dengan “penyelamat alam semesta”, kali…(such a kind of rodok aneh…).
Terus yang dimaksud intuitif…mungkin yang dimaksud bisa melihat masa depan …melihat means tidak harus melihat dalam arti sebenarnya…bisa berupa firasat, mimpi atau film yang berputar dikepala dan sangat sesuai dengan kejadian yang nanti akan terjadi.
Aku pernah terfokus pada aceh…amat sangat terfokus…dan AMAT SANGAT MENGGANGGU konsentrasi waktu itu…mungkin karena disana ada orang yang menyebalkan dalam hati …tetapi…begitu orang itu pindah tugas ke ambon…fokus tetap ke aceh, gelisah…dan begitu tsunami menerjang…hati sy (maaf), merasakan kelegaan yang luar biasa (begitu banyak korbannya bukan…)…
Hal seperti ini juga aku rasakan pada saat temanku…Mbah Singo atau Ahmad Bakti mau meninggal…fokus yang diluar kendali dan amat sangat mengganggu! Tapi begitu beliau meninggal…wuah kelegaan luar biasa…meskipun gara-gara lupa baca Yasin sebelum tidur karena kecapekan dari rumah duka, (sebelumnya aku memang berjanji untuk membacakan Surat Yasin untuk beliau 7 malam berturut-turut…), tidur malam itu serasa ditemani pocong disamping badan. Ketika kesadaran mulai pulih…dan memutuskan untuk tidur lagi dengan mengabaikan kewajiban mendoakan almarhum, pocong masih mengganggu. Telpon teman gak ada yang respon..paling cuman hah hehe ahh heh, tapi mereka tetap gak bangun2…Ketok2 kamar temen, yang bangun cuman 1 orang dengan kamar berantakan penuh buku…gak tega minta tolong karena dia mau ujian rupanya…balik kekamar…Aku putuskan wudlu dan membaca Yasin keras-keras dengan amarah yang meluap karena dikerjain sama mereka…dan its over…pocong gak berani nemenin lagi.
Dahulu kala, ketika Bapaknya Elly meninggal…rasa gelisah teringat Elly yang sudah satu semester lebih tidak aku kunjungi kosnya juga sangat mengganggu. Sampai suatu malam…mau tidur tapi bayangan temenku Elly tidak bisa hilang dari kepala. Dan ketika bangun tidur, tanpa mandi akupun langsung nyamperin kos temanku itu. Terlambat. Barusan Elly sudah pulang ke Kediri karena bapaknya semalam meninggal. Hal yang sama aku rasakan ketika ibunya Herlina dan bapaknya Sari Rahma meninggal. Dan semuanya menyisakan rasa sesal yang luar biasa…Kenapa aku datang terlambat sekedar untuk menemani pada saat temanku menerima kabar duka itu…
Pada saat ibuku sakit…aku pasti SUDAH PERNAH atau pasti AKAN merasakan apa yang beliau rasakan pada saat itu. Mungkin ini sebab hubungan ibu dan anak yang sudah sewajarnya dekat dari sananya.
Capek sekali ya ikut merasakan semua penderitaan orang lain…apalagi kalau itu hanya berupa fiasat yang tidak jelas…
Tapi alhamdulillah…sudah selesai kok semuanya (setelah 10 kali terapi, dua minggu sekali, sejak 27 November 2006 )…
Dan…semoga untuk selamanya…
Untuk menuliskan semua hal itu satu persatu…gak sanggup, karena banyak sekali hal-hal yang akupun sampai sekarang masih terheran-heran…(baik gangguan yang aku tahu kalo itu memang gangguan maupun ganguan yang baru aku tahu setelah dikasih tahu BRC).
Pokoknya jahat banget mereka itu…apalagi kalo yang mengganggu ada jin cowoknya seperti kata Tya, temannya Iman…Tya berkata bahwa suatu malam dia didatangi jin laki-laki yang “menyukaiku”. Jin itu rambutnya panjang dan bagus sekali. Dia mendatangi Tya intinya jangan ikut campur memisahkan aku dengan dia. Saking kuatnya jin itu, Tya sampai bangun kesusahan…
(Mas Arif…Tya aja diancam…apalagi sampean…aku sudah kembai ke jalan yang benar lho…Maafin aku ya kalau dahulu pernah membuat hidupmu yang tenang menjadi alur grafik yang naik turun, turbulen dan kacau gara-gara aku. Dan meskipun Pak Karim dari dulu sudah memperingatkan sampean bahwa sampean tidak akan dapat menghandle aku…but, You have try to do the best…Makasih ya…).
Segini aja kilas balik kemaren…capek sekali…
Melalui siaran on air itu…diharapkan timbul persepsi bahwa hal-hal seperti itu bukanlah kelebihan atau apapun…itu merupakan gangguan jin yang berusaha mengganggu manusia…mereka sama saja dengan kita…ada yang islam, dan kafir…islamnya pun ada yang mukhlish dan ada yang setengah-setengah…(Q.S. At Jinn 72 : 11). Yang suka mengganggu manusia adalah jin yang kafir dan islamnya setengah-setengah 9.
Semua orang berpotensi diganggu mereka…bahkan Nabi Yakub pun, mengaku diganggu sampai kesusahan dan kepayahan. Hanya Nabi Muhammad saja yang selamat dari gangguan mereka, meskipun ada pendapat lain bahwa nabi akhir jaman itupun tak luput dari gangguan jin 3.
Seperti janji Iblis pada Allah yang tertuang dalam Al Qur’an Surat Al Hijr Ayat 39-42:
Q.S. 15 : 39
Ia (Iblis berkata, “Tuhanku, oleh karena engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka yang di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya),
Q.S. 15 : 40
kecuali hamba-hambamu yang terpilih diantara mereka”.
Q.S. 15 : 41
Dia (Allah) berfirman “Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepadaku”.
Q.S. 15 : 42
“Sesungguhnya kamu (iblis) tidak kuasa atas hamba-hambaku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat”.
Hikmah dari kejadian ini adalah bahwa untuk memenangkan perjuangan ini hanyalah dengan semakin mendekatkan diri sama Allah…Hanyalah Dia tempat bergantung dan memohon pertolongan…Seperti yang dapat disarikan dari rangkaian empat ayat dia atas, bahwa orang yang ihklas (Al Mukhlashin) tidak akan dapat dikuasai oleh iblis…8.
Only God knows…
“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”. (Q.S. Al Baqoroh 2 : 216) 5.
Over all…Hidup ini sejatinya adalah perjalanan. Kita semua adalah salik - orang yang berjalan. Lalu hendak kemanakah kita berjalan ??? Allah bertanya kepada Nabi Ibrahim: “Fa ayna tadzhabun. Lalu, akan kemana kamu pergi?”. (Q.S. Al Takwir 81 : 26). Al Qur’an mengisahkan jawaban Ibrahim: “Sesungguhnya aku pergi menghadap Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. (Q.S. As Shaffat 37 : 99) 8.
Ya ALLAH…jika aku tidak dapat mendapatkan petunjuk hari ini, berarti aku berjalan dan memutuskan persoalan ini dengan nafsuku. Dan aku yakin hal ini tidak baik untuk perjalanan hidupku tanpa ENGKAU.
Sebagaimana Nabi Yusuf mengatakan, “Ya ALLAH, aku tidak percaya dengan nafsuku karena nafsu ini begitu kuat mengajak kepada perbuatan yang tidak baik, kecuali engkau memberikan rahmat kepadaku”. (Q.S. Yusuf 12 : 53) 7.
Amin…
(Disadur dari Buku Sholat Khusyu’)
Oya, dibawah juga dilampirkan kiat-kiat antisipasi, tanda-tanda orang mendapat gangguan, sebab-sebab terjadinya gangguan, siapa saja yang terganggu, sekaligus kemana harus minta tolong yang benar-benar sesuai dengan syariat islam…
Untuk sekedar berbagi ilmu…